Tulisan ini sebagian saya ambil dari http://www.dago2.com/2007/11/04/menggunakan-tachymeter/ terutama dalam hal mekanisme penggunaan tachymeter-nya. terima kasih untuk Mas Dago, sangat membatu sekali bagi saya apa yang telah Anda tuliskan.
Iseng-iseng berhadiah dan sambil lihat sana lihat sini, saya kebetulan tertarik dengan sebuah jam yang ( konon katanya ) antik. Hmm, menurut saya, nggak antik2 banget, malah terkesan keren.
Jam yang saya maksud bukan ini ( kalau di foto ini terlalu bagus ).
Nah, setelah saya amat-amati, di bagian bezel nya, terdapat angka-angka, paling besar tertulis 500 diatas angka 1 dan paling kecil 60 diatas angka 12. Disitu juga ada tulisannya, ‘tachymeter‘. Apaan sih ini. Maklum, orang ndeso, saya pun bergegas mencari informasi mengenai ‘makanan’ baru ini.
Walhasil, inilah hasil penelusuran saya ( sebenarnya dapat banyak, tapi sengaja saya piling yang berbahasa Indonesia saja, biar makin enak dibaca gitu low
). Tulisan ini saya ambil dari weblog MasDago ( saya sendiri belum cek nama beliau siapa, sementara saya tulis ini dulu )
Menggunakan tachymeter
Jika Anda membeli jam tangan, dan di lingkaran luarnya terlihat banyak angka-angka yang menunjukkan suatu skala, atau malah ada tulisan kecil tachymeter, tachymetre, atau tacheometer, maka Anda bisa melakukan pengukuran cepat terhadap kecepatan rata-rata atau memperkirakan jumlah benda yang melintas dalam satu jam tertentu.
Yang gimana sih, koq masih mbulet juga….?
Sante bos, simak gambar ini ….
Nah, ya itu yang dimaksud tachymeter.
Sayangnya, kebanyakan manual yang menyertai jam tangan berfasilitas tachymeter tidak memberikan penjelasan yang memadai (atau malah tidak ada sama sekali petunjuk tentang keberadaan tachymeter ini). Untungnya, kebanyakan manual untuk jam yang beredar saat ini sudah menyertakan penjelasan tentang tachymeter ini.
Bagaimana menggunakannya ? Ambil contoh untuk mengukur kecepatan suatu mobil. Jalankan stopwatch atau chronograph ketika mobil melewati suatu “garis start” (garis start disini bisa berupa apa saja). Ketika sudah melintasi jarak 1 km atau “garis finish” (sekali lagi, garis finish hanya merupakan pembatas akhir pengukuran), stop stopwatch tersebut. Lihat pembacaan jarum stopwatch yang menunjuk ke skala tachymeter.
Lalu lihat jarum stopwatch tersebut, ambil contoh stopwatch berhenti di 30 detik. Lihat pembacaan di skala tachymeter. Pembacaan menunjukkan angka 120. Artinya kecepatan rata-rata mobil tersebut adalah 120 km/jam.
Ambil contoh lain, kita akan mengukur kecepatan rata-rata seorang pelari jarak pendek 100 m. Ketika mulai berlari, jalankan stopwatch. Ketika sudah melintasi garis finish, hentikan stopwatch. Misalkan waktu yang dihabiskan untuk berlari 100 m adalah 10 detik. Lihat pembacaan di skala tachymeter yang menunjukkan angka 400, berarti si pelari berlari dengan kecepatan 400 km/jam ? Tunggu dulu, kenyataannya si pelari hanya berlari 100 m atau 1/10 km. Angka 400 perlu dibagi dengan 10 untuk mendapatkan kecepatan rata-rata 40 km/jam.
Tachymeter hanya berfungsi dengan baik ketika waktu tempuh diatas 7,2 detik tetapi dibawah 60 detik. Jika lebih dari 1 menit, ikuti saja trik diatas, perkecil pengukuran dalam beberapa ratus meter misalnya, jangan lupa dibagi dulu agar pembacaannya mendekati akurat.
Bagaimana jika objek bergerak sangat cepat, roket misalnya ? Coba saja ukur dengan waktu yang sedikit lebih lama, diatas 7,2 detik. Misal saja dalam pengukuran didapat angka 25 detik (skala tachymeter adalah 140), tetapi kita bisa menebak bahwa jarak yang ditempuh adalah 5 km. Tinggal kalikan saja angka 140 dengan 5, artinya kecepatan rata-rata adalah 700 km/jam.
Aplikasi lainnya, bisa saja untuk mengukur unit yang diproduksi dalam satu jam. Misal kita akan mengukur berapa banyak suatu barang diproduksi dalam satu jam. Jalankan stopwatch, dan anggaplah setelah 10 unit kita menghentikan pengukuran dan jarum stopwatch menunjukkan angka 45 detik. Skala tachymeter menunjukkan angka 80.
Kalikan saja angka 80 dengan 10 untuk mendapatkan angka 800 unit yang diproduksi tiap jamnya. Itulah sedikit contoh pengukuran dengan tachymeter. Tachymeter dirancang independen terhadap satuan (kilometer per jam, mil per jam, atau bahkan unit diproduksi per jam).
Gampangnya, tachymeter mengubah waktu tempuh dalam detik per X ke X per jamnya.
