Hari ini saya diminta teman saya mencari info jenis-jenis jam navihawk replika berikut harganya. Tak sengaja, saya mengunjungi situs http://vintagewatch-jamtuwir.blogspot.com/ yang dimiliki oleh Bapak Robby Syarief.
Di blognya, Pak Syarief menulis mengenai jam Enicar yang mempunyai tipe Sherpa berikut latar belakang jam jenis tersebut yang pernah digunakan untuk ekspedisi Himalaya.
Bukan ulasan mengenai jam Sherpa-nya yang membuat saya tertarik, tetapi kebesaran hati seorang Tenzig Norgay yang menjadi pemandu Sir Edmun Hillary, orang ( yang selama ini ) dinyatakan sebagai penakluk Mount Everest ( 8848 m, Nepal ).
Seperti apa sih kebesaran hati beliau? Simak kutipan artikel dari blog Pak Syarief ini :
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan mengatakan nama yang aneh … dari negara mana nama tersebut berasal?
Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya, … mungkin juga belum.Akan tetapi kenalkah Anda dengan Sir Edmund Hillary? Hmm, saya yakin Anda pasti sudah pernah mendengar namanya atau bahkan Anda yang gemar mendaki gunung, nama ini tentu sudah sangat lekat di telinga.
Kita tahu, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.
Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29.028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka.
Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.
Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.
Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa saja ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest bukan Sir Edmund Hillary.
Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :
Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali
Reporter : Andakan seorang sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest ?
Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia….
Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???
Tenzing Norgay : Karena itulah impian Edmund Hillary , bukan impian saya, … impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih impian-nya.
Ya, itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi serakah, ataupun iri dengan keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai & mewujudkan impian-nya.
Yah, saat ini, sadar nggak sadar, kita sering lebih memikirkan diri sendiri. Lebih mementingkan bagaimana kita supaya punya nama, cepat naik pangkat, dengan berbagai upaya tanpa memperdulikan orang lain. Pengen cepet kaya, boleh. Pengen naik pangkat, silahkan. Pengen punya nama, sah-sah saja. Yang jelas, segala usaha kita tersebut juga hendaknya dilakukan dengan jalan yang benar dan tanpa merugikan’ kepentingan orang lain.
Tenzig Norgay, bila saja dia mau, namanya tentu sampai kapanpun akan tercetak di berbagai buku sejarah, literatur, dan lain sebagainya. Namanya tentu akan menjadi Sir Tenzig Norgay, nggak kalah dengan Alex Fergusson yang gara-gara bisa membawa MU treble winner tahun 1999 yang akhirnya juga memperoleh gelar kebangsawanan Sir dari Kerajaan Inggris. Tapi kebesaran hatinya, kini telah memberikan perspektif lain bagi saya pribadi ( atau mungkin Anda juga setelah membaca tulisan ini ), bahwa sebenarnya orang pertama yang mencapai puncak Everest adalah Tenzing Norgay DAN BUKAN Edmund Hillary.
Foto berikut konon adalah foto satu-satunya yang diambil oleh sang reporter :
Gambar Sir Edmund Hillary ( kiri ) dan Tenzing Norgay ( kanan ).
– Diedit seperlunya oleh Mas Haki. Sumber : http://vintagewatch-jamtuwir.blogspot.com/ –
